I am me
kurniawangunadi:

Samsoe Bassaroedin dan Yayah Inayah: Merintis Kasih di Penghujung Senja

Ini adalah kisah cinta paling mengharukan di kalangan aktivis Masjid Salman ITB, keduanya bertemu di usia senja. Pagi ini saya membaca lagi di laman salmanitb.com. Ini sudah dua tahun yang lalu ceritanya, tapi hikmahnya masih bergema hingga saat ini.
Mas Samsoe yang super strict kalau ngatur barisan shalat, dua hari yang lalu ketika Ashar berjamaah di salman, beliau menyuruh barisan akhwat di lantai atas untuk turun semua ke lantai utama karena barisan utama akhwat di lantai utama masih longgar, hahaa. 
Silakan klik judulnya, semoga memberi pembelajaran.

kurniawangunadi:

Samsoe Bassaroedin dan Yayah Inayah: Merintis Kasih di Penghujung Senja

Ini adalah kisah cinta paling mengharukan di kalangan aktivis Masjid Salman ITB, keduanya bertemu di usia senja. Pagi ini saya membaca lagi di laman salmanitb.com. Ini sudah dua tahun yang lalu ceritanya, tapi hikmahnya masih bergema hingga saat ini.

Mas Samsoe yang super strict kalau ngatur barisan shalat, dua hari yang lalu ketika Ashar berjamaah di salman, beliau menyuruh barisan akhwat di lantai atas untuk turun semua ke lantai utama karena barisan utama akhwat di lantai utama masih longgar, hahaa.

Silakan klik judulnya, semoga memberi pembelajaran.

Delta

Seringkali orang melihat kita berdasarkan tampilan sementara di waktu= t, dimana t merupakan variabel yang terus berubah dan hanya pada saat tertentu. Bukan dari delta. Delta juga variabel yang berubah pula, dapat berubah secara positif atau negatif, yang menunjukkan selisih. Seseorang yang menampilkan nilai sedikit bisa jadi telah memiliki delta yang besar lebih dari seseorang yang menunjukkan jumlah besar namun memulai deltanya di angka yang besar pula. Begitu sebaliknya.
Alangkah damainya dunia ini bila semua orang menghargai delta masing masing. Karena suatu hari nanti, versi lain dari delta kita lah yang akan menetukan tempat seseorang secara limit (t), dimana t menuju tak hingga.

Ketika kamu sendirian, kamu akan menemukan beberapa sifat diri sendiri yang selama ini kamu ragukan atau tidak disadari. Kemudian, berada di tempat yang dimana tidak seorangpun dari ratusan orang yang kamu temui hari ini adalah orang yang kamu kenal membuat kamu semakin sadar akan pentingnya kehadiran seseorang yang tahu dirimu, terlepas itu seorang teman atau lebih.

Sapporo, Agustus 2014.

Ketika kamu sendirian, kamu akan menemukan beberapa sifat diri sendiri yang selama ini kamu ragukan atau tidak disadari. Kemudian, berada di tempat yang dimana tidak seorangpun dari ratusan orang yang kamu temui hari ini adalah orang yang kamu kenal membuat kamu semakin sadar akan pentingnya kehadiran seseorang yang tahu dirimu, terlepas itu seorang teman atau lebih.

Sapporo, Agustus 2014.

fuckyeahicelandicmusic:

Artist: Stafrænn Hákon
Song: P - Rofi
Album: Gummi

I don’t know how many times I can repeat that I love this man. 

wekeepexploring:

Juneau, AK // Abandoned Lighthouse

wekeepexploring:

Juneau, AK // Abandoned Lighthouse

walkyland:

When the Queen Mary veered off course and found herself in an imaginary Greenlandish landscape.

walkyland:

When the Queen Mary veered off course and found herself in an imaginary Greenlandish landscape.

jedavu:

Picturesque Cinemagraphs Show Off Iceland’s Otherworldly Beauty

Cinemagraphs are often fascinating to look at, and those created by Andrew & Carissa Gallo attest to this. 

Ramadhan di (kabupaten) Tokyo : temperatur

Karena saya sudah tinggal di negeri ini hampir 3 tahun, waktu yang sama untuk seseorang untuk lulus SMA atau D3 (kalo dipikir kayak gini, lama juga yah), saya akhirnya punya rasa percaya diri buat share kehidupan di sini. It turns out that, it took me this long to finally have some confidence to write something like this, haha.

Seperti yang sudah dibilang, ini tahun ke -3 saya di negeri sakura. Di negeri yang musim panasnya memiliki suhu maksimal mirip suhu inkubator e.coli dan suhu tubuh manusia sehat: tahu kan berapa derajat? iyak.. betul 37 derajat saja!. Bahkan beberapa daerah seperti Gunma, Saitama dan Kochi pernah memiliki rekor daerah terpanas dengan suhu maksimal mencapai 42 derajat. Kenapa saya bahas musim panas dulu? karena secara kebetulan ketiga ramadhan saya di negeri ini bertepatan dengan musim panas. Ada suka dan duka berpuasa di musim panas. Suka yang pertama adalah katanya sih puasa di musim ini pahalanya lebih banyak, karena lebih “banyak” perjuangannya di banding musim yang lain. Ga tau ini benar apa tidak (semoga benar) tapi yasudahlah gimana Allah aja pahala mah.

Tahun ini karena puasa dimulai akhir Juni, suhu udara tidak begitu terlalu panas dan lembab karena masih akhir musim hujan. Suhu maksimum masih sekitar 30 derajat saja. Kelembaban juga masih rendah, hari-harinya mirip cuaca di Bandung. (this makes me don’t really like June coz it is the time when i reach my peak of homesickness with its heavy rain and cozy weather). Namun, memasuki bulan Juli, suhu dan kelembaban mulai naik bikin gerak sedikit saja sudah keringetan dan lengket-lengket. Bulan Agustus lebih parah lagi karena suhu sudah berkisar di atas 33 derajat dan jalanan penuh suara ambulance yang mengangkut orang collapse terkena heat-shock. Mungkin susah untuk dibayangkan buat orang yang berasal dari Bandung coret seperti saya. Kata orang sih konsidi Japanese summer mirip Surabaya dengan suhu beberapa derajat lebih tinggi.

Namun, percaya atau tidak saya malah suka ramadhan di musim panas. Selain karena pahalanya lebih banyak, ketika kita puasa, tubuh cenderung lebih cepat mendinginkan diri dan keringat juga lebih sedikit keluar. Mungkin karena laju metabolisme tubuh yang rendah karena tidak ada asupan makanan sehingga membuat suhu tubuh cepat turun (hasil metabolisme selain energi kan panas, hehe). oleh karena itu, saya cenderung memilih puasa di musim panas karena tubuh lebih adem :). Nah, buat orang yang berpikir kalau puasa di musim dingin lebih enak karena lebih cepet, saya ga setuju. puasa di musim dingin malah bikin cepet laper, dan tubuh cepet mengigil karena suhu tubuh cepat turun. Kecuali kalau seharian cuman nongkrong di depan pemanas sambil selimutan :P.

Saya pernah melakukan sampling padi untuk penelitian di sawah ketika awal Agustus tahun lalu.  Suhu waktu itu mencapai 38 derajat dan akhir bulan Ramadhan. Teman-teman lab saya pada khawatir saya bakal collapse dan masuk rumah sakit karena harus sampling yang minimal menghabiskan waktu 3 jam di bawah sengat matahari, suhu tinggi dan berpuasa. Namun pada akhirnya malah saya yang paling sedikit menderita :D.